Sudah menjadi tradisi, bahwa di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, Pondok Pesantren Attaqwa menyelenggarakan Itikaf Ramadan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh santri kelas 6 Pondok Pesantren Attaqwa sebagai bagian dari pembelajaran untuk semua santri. Di Pondok Pesantren Attaqwa Putri, kegiatan itikaf dipusatkan di Masjid Albaqiyatussalihat dan diikuti oleh 260 peserta, yang terdiri dari kaum ibu dan santriwati kelas 12, mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan ketulusan.
Ustadzah Hj. Mahmudah Noer, Lc, ketua panitia itikaf menegaskan bahwa i’tikaf merupakan kesempatan berharga bagi setiap muslimah untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. “Dalam 10 hari terakhir Ramadan, Allah membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya dengan luas. Ini bukan sekadar ritual, tetapi perjalanan spiritual yang dapat membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Ujar Hj. Mahmudah sebagai ketua panitia kegiatan, “Kami berharap para jamaah bisa merasakan ketenangan, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.” tambah beliau.
Kegiatan ini berlangsung dengan pengawasan dan bimbingan langsung dari Ustadzah Hj. Abidah Noer, Lc, selaku penanggung jawab harian. Selama i’tikaf, para peserta mengikuti berbagai rangkaian ibadah yang telah terjadwal, antara lain: qiyamullail (tahajjud), sahur berjamaah, salat berjamaah, halaqah tadarus qur’an, dan tarawih berjamaah dengan imam Ustadzah Hafizhoh Al-Qur’an. Khusus pada malam 27 Ramadan, diadakan maleman, di mana para jamaah tidak tidur sepanjang malam. Mereka menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir tasbih, dan bershalawat, menanti datangnya malam Lailatul Qadar.
Dengan penuh kekhusyukan dan semangat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mempertahankan kebiasaan baik ini bahkan setelah Ramadan usai. Semoga setiap langkah dalam i’tikaf ini menjadi jalan menuju ridha dan keberkahan-Nya.




